9

Bey Machmudin Optimistis Jabar Bisa Jadi Sentra Bawang Terbesar Indonesia

Bey menuturkan bawang merah merupakan komoditas dengan nilai ekonomi yang tinggi yang menjadi salah satu penyumbang inflasi di Indonesia.

Jakarta -

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengungkapkan Pemda Jabar terus berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Panen Raya Komoditas Bawang Merah di Lahan Pertanian Terpadu Korem 051/WKT, Kabupaten Bekasi pada hari ini.

Bey menuturkan bawang merah merupakan komoditas dengan nilai ekonomi yang tinggi yang menjadi salah satu penyumbang inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, ia mengungkapkan peningkatan produksi bawang merah menjadi salah satu fokus utama pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Tentunya ini bersama masyarakat dan petani. Kita tahu bahwa bawang merah ini juga bisa menjadi penyumbang inflasi, dengan adanya panen ini akan menekan dan saya mengapresiasi," ujar Bey dalam keterangan tertulis, Selasa (11/6/2024).

Selain bawang merah, Bey menyampaikan, pihaknya juga mendorong produksi padi untuk lebih masif hingga dapat menyejahterakan masyarakat.

"Kami ingin lebih masif lagi, agar produksi pangan khususnya padi lebih masif dan lebih tersebar ke seluruh Indonesia, sehingga akan menekan angka inflasi," sebutnya.

Bey optimis, jika dalam setahun bisa melakukan panen sebanyak dua sampai empat kali, Provinsi Jabar dapat menjadi sentra bawang terbesar di Indonesia.

"Kalau memang cocok, dan bisa dua atau empat kali (panen) dalam setahun, jadi kenapa tidak, jika kita bisa. Kita jadikan sentra bawang terbesar di Tanah Air," ucap Bey.

Lebih lanjut, Bey pun berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah di Jabar. Hal itu tentunya akan membawa manfaat bagi para petani bawang merah dan masyarakat Jabar.

Sebagai informasi, turut hadir juga dalam gelaran Panen Raya Komoditas Bawang Merah di Lahan Pertanian Terpadu Korem 051/WKT ini di antaranya yakni Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

(akn/ega)