9

Meresahkan Tawuran di Kampung Bahari Sampai Bikin KRL Berhenti

Tawuran di pinggir rel kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, membuat perjalanan KRL terhenti. Tawuran ini juga meresahkan karena bikin penumpang KRL panik.

Jakarta -

Tawuran di pinggir rel kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, membuat perjalanan kereta rel listrik (KRL) terhenti. Tawuran ini juga meresahkan karena bikin penumpang KRL panik.

Dirangkum detikcom, Selasa (11/6/2024), tawuran ini terjadi pada Senin (10/6) sekitar pukul 18.58 WIB. Penumpang KRL bernama Dewi menceritakan peristiwa tersebut.

Tawuran terjadi di pinggir rel kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara (Jakut). Perjalanan kereta rel listrik (KRL) sampai terganggu akibat tawuran tersebut.

"Sempat berhenti sebentar, terus jalan pelan keretanya mundur," kata Dewi kepada detikcom, Senin (10/6).

Dia mengatakan kejadian tawuran itu juga sempat membuat para penumpang di dalam gerbong ketakutan. "Iya (penumpang) sempat panik. Karena di dalam ada beberapa balita juga," ucapnya.

Dalam video yang direkam Dewi, terlihat para penumpang KRL sampai berjongkok. Selain itu, tirai penutup kaca pun ditutup.

Dewi mengatakan badan KRL pun sempat terkena lemparan batu yang berasal dari tawuran tersebut.

"Sempat terdengar suara lemparan batu. Sekitar 10-15 menitan sudah langsung jalan lagi," ucap dia.

Penjelasan KCI

Pihak KAI Commuter dan KAI Daop 1 Jakarta menjelaskan terkait tawuran yang bikin KRL sempat berhenti di Kampung Bahari. KCI menyebut KRL yang perjalanannya terganggu adalah KRL lintas Tanjung Priok-Ancol.

"Petugas Pengamanan KAI Commuter dan KAI Daop 1 Jakarta mengamankan situasi sekitar jalur rel dari kerumunan sekelompok orang, atas indikasi akan melakukan tindak meresahkan masyarakat yaitu aksi tawuran pada Senin malam, (10/6) tepatnya pada lintas Tanjung Priok-Ancol," kata External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/6).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Leza menyebut petugas keamanan KA bersama kepolisian setempat langsung menuju ke lokasi tawuran untuk mengamankan area stasiun untuk mencegah tawuran meluas.

"Setelah mendapatkan laporan dari petugas Stasiun Tanjung Priok, petugas pengamanan berkoordinasi dengan Kepolisian Polsek Tanjung Priok terjun langsung menuju ke lokasi untuk antisipasi atas indikasi tawuran tersebut," ucapnya.

Atas peristiwa ini, KCI mengimbau masyarakat yang berada di sekitar rel dan stasiun agar menjaga ketertiban umum. KCI akan menindak setiap pelaku perusakan hingga vandalisme agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

"KAI Commuter mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di sekitar jalur rel untuk selalu menjaga keselamatan perjalanan kereta serta tidak melakukan vandalisme terhadap fasilitas sarana dan prasarana perkeretaapian," ujar Leza.

(fas/taa)